Mengenal Tao Ajaran Tao - .
Headlines News :
Free Automatic Backlink
Home » » Mengenal Tao Ajaran Tao

Mengenal Tao Ajaran Tao

Written By Unknown on 8/04/2012 | 17.39

Ajaran Tao tercipta atas dasar reaksi alamiah manusia dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan misteri. Setelah perjalanan panjangnya selama 5.000 th kini kita bisa mewarisi berbagai metode Tao. Metode untuk menjalani hidup yang berlandaskan alamiah, selaras dan mengikuti kodrat alam. Metode yang merupakan reaksi alamiah manusia untuk bertahan hidup, meningkatkan kualitas hidup, mengungkap misteri hidup serta memberi arti hidup.
Dengan ‘Naluri Alamiah’ inilah para leluhur Tionghoa kuno mengembangkan segenap potensi dirinya yaitu Kecerdasan, Nurani serta Akal Budi. Dan mulai mengembangkan sebuah metode untuk menjalani hidup. Proses perkembangan ajaran Tao terjadi secara bertahap. Diwariskan dan diperbaiki dari generasi ke generasi berikutnya. Membentuk berbagai seni dan ilmu yang mewarnai budaya Tionghoa.
Secara garis besar, pengembangan ajaran Tao dapat dikelompokkan menjadi:


1. Hubungan Manusia dengan Alam Semesta.
Manusia tercipta karena sebuah proses alam, karenanya kelangsungan hidup manusia tidak bisa terlepas dari alam. Kaum Tao berpendapat bahwa agar manusia bisa tetap bisa bertahan hidup maka harus bisa menyesuaikan diri dan menjaga keharmonisan dengan Alam. Karena itulah konsep dasar ajaran Tao adalah adanya ‘Keharmonisan’ antara manusia dengan Alam Semesta. Ditambah dengan adanya rasa ingin tahu, maka mulailah manusia berusaha mengenal “Karakter” Alam Semesta. Hingga kemudian terciptalah berbagai Ilmu Perbintangan (Astronomi & Astrologi), Kalender untuk mengenal musim, Hongsui dan lain sebagainya. Berbagai pengetahuan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup. Dengan mengenal “Karakter” Alam Semesta maka manusia bisa hidup secara ‘Harmonis’ didalamnya.
2. Hubungan Manusia dengan Tuhan / Dewa-Dewi / Para Suci.
Karena keterbatasan panca indera, kadang manusia merasa ‘Tidak Berdaya’ menghadapi berbagai peristiwa alam seperti banjir, gempa bumi dan lain-lain. Manusia sadar akan keterbatasan dirinya. Maka mulailah manusia ‘Mencari Perlindungan’ kepada sosok ‘Penguasa Alam’. Mulailah dilakukan berbagai pemujaan dan persembahyangan untuk memohon perlindungan. Semakin lama semakin tertata seiring dengan perkembangan budaya.
Dalam perkembangan selanjutnya muncullah sosok-sosok pemikir yang tidak puas hanya dengan sebatas pemujaan dan ritual belaka. Mereka berusaha mencari cara untuk mengungkap misteri keberadaan ‘Sang Pencipta’. Mulailah manusia tidak hanya mengenal pemujaan yang bersifat formalitas belaka, melainkan mulai berusaha mengadakan hubungan yang bersifat lebih pribadi dengan ‘Penguasa Alam’. Hingga kemudian manusia mulai mengenal ‘doa’. Ada juga yang berusaha mengadakan ‘kontak’ dengan ‘Sang Pencipta’ melalui ‘Keheningan’ yang kini kita kenal dengan meditasi. Memunculkan konsep keagamaan berupa ajaran kebenaran / kebijaksanaan dan metode spiritual yang berhubungan dengan ‘Pencerahan’! Demikianlah perubahan dan perkembangan terjadi selama ribuan tahun hingga kini kita mewarisi berbagai bentuk ritual, ajaran kebenaran, doa, meditasi dan metode spiritual lainnya.
3. Hubungan Manusia dengan Sesamanya.
Manusia adalah mahluk sosial yang punya kecenderungan untuk hidup berkelompok. Dan seiring dengan semakin berkembangnya peradaban maka secara otomatis mulailah tersusun berbagai aturan dan norma yang berkembang menjadi tradisi, adat istiadat, tata krama dan lain sebagainya. Tujuannya untuk menata kehidupan sosial manusia agar teratur, menghindari perselisihan, mengendalikan kejahatan dan lain-lain, sehingga hidup menjadi lebih teratur dan nyaman. Berawal dari sinilah kemudian manusia mulai mengenal organisasi dengan aturan yang baku atau hukum. Dan pada tahap berikutnya ini merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah pemerintahan.
4. Hubungan Manusia dengan Kehidupan Pribadinya.
Mungkin ini salah satu inti utama dari ajaran Tao yang sangat erat kaitannya dengan naluri alamiah manusia yang berusaha untuk bertahan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan adanya kecerdasan dan akal budi yang dimiliki manusia. Maka secara otomatis muncul sosok-sosok cerdik pandai yang berpikir tentang hal-hal yang berada diluar jangkauan panca indera dan berada diluar kendali.
Mulailah muncul pemikiran tentang berbagai fenomena kehidupan seperti: “Kenapa manusia bisa sakit dan mati? Mulailah muncul sosok-sosok genius yang berusaha untuk mencegah kematian fisik. Walaupun tidak berhasil, tetapi akhirnya terciptalah berbagai ilmu pengobatan, ramuan suplemen dan juga senam serta ilmu pernapasan yang bisa menjaga kesehatan fisik dan memperpanjang usia.
Disisi lain para Pakar Tao Kuno juga berusaha mencari tahu “Apa yang terjadi setelah kematian fisik manusia?” Mulailah berkembang Olah Spiritual Tao yang mengembangkan segenap potensi diri untuk mengungkap misteri kematian. Dengan harapan, jika kita bisa mengungkap misterinya, maka kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Ini juga merupakan reaksi alamiah manusia yang mempunyai rasa ingin tahu serta berusaha mencari selamat.
Setelah melalui pengembangan ribuan tahun, hingga kini kita masih bisa mewarisi berbagai metode Spiritual Tao. Sebuah metode spiritual yang mengkombinasikan keTuhanan dan keduniawian serta meliputi seluruh aspek kehidupan!
Demikian seterusnya Tao berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Hingga akhirnya makin mendalam dan meluas. Sistim penyebaran yang dipergunakan biasanya diturunkan secara langsung oleh seorang Maha Guru Tao kepada sekelompok Murid dan membentuk sebuah Perguruan. Masing-masing kelompok mempunyai corak yang khas sesuai dengan bidang yang didalaminya. Dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 6 jurusan yaitu:
  1. Tan Ting Men / Pengobatan
  2. Chi Kung Men / Ilmu Pernapasan
  3. Cing Co Men / Meditasi
  4. Sian Lie Men / Kedewaan, Theology, Filsafat
  5. Wu Kung Men / Persilatan
  6. Cak Can Men / Nujum dan Aneka Macam (Hongsui, Gwamia, Telepati, Sulap dll)
Pembagian 6 jurusan diatas hanya sekedar untuk membedakan jenis disiplin ilmu yang didalami. Tetapi sebenarnya ke 6 jurusan tersebut saling berkaitan. Seorang Maha Guru Tao pada umumnya mengerti ke 6 jurusan tersebut. Atau paling tidak mengerti konsep Filosofi Tao (Sian Lie Men) dan menguasai secara mahir salah satu bidang didalam jurusan Tao.
Begitu luasnya Tao, meliputi seluruh unsur kehidupan. Sehingga dalam perjalanan panjangnya telah memunculkan berbagai seni dan ilmu sebagai bekal manusia menjalani hidup. Bahkan kemudian dari 6 cabang yang ada kemudian berkembang lagi menjadi 10 jurusan.
Itulah Tao yang dalam sejarah panjangnya telah menyumbangkan berbagai pengetahuan tentang kehidupan serta mewarnai tradisi dan budaya Tionghoa.




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Tukar Link

www.e-referrer.com

primbon ramalan jodoh

Daftar Isi Halaman

Berita Terkini

Data Statistik Primbon Lengkap

cs.1 cs.2


Free Automatic Backlink

Free Automatic LinkFree Automatic LinkElvira Cardenas - StreichquartettUnique BacklinkFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree Backlinkscalendario-biblicoFree Automatic LinkFree Backlinks ExchangeIntercambio gratis de EnlacesUnlimited Backlink ExchangeFree Automatic LinkBlogs and More - PlugboardFollow Your LinkDie Gute SaatFree Automatic LinkFree Automatic LinkFree BacklinksLa Bonne SemenceUnlimited Backlink Exchange Web Link Exchange - LinkcsereBacklink ExchangeFree Automatic LinkEnlaces Linkillohttp://lieblinks.blogspot.com/Free BacklinksFree BacklinksAutomatic Backlink ExchangeUnlimited Backlink ExchangeBlogging With Me Ilmu Pelet Wanita

 
Support : Creating Website | Primbon Template | Buku Primbon
Proudly powered by Blogger
Copyright © 04-08- 2012.www.primbonlengkap.blogspot.com. - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Primbon Jodoh
Back to TOP